Perlunya Pendidikan Seks

Perlunya Pendidikan Seks

Sex education atau pendidikan seks, saat ini masih dipandang tabu oleh masyarakat. Masyarakat mengira bahwa sex education adalah hubungan seksual antara pria dan wanita, dan ini bisa mendorong hubungan seks pada remaja. Sex education ini merupakan suatu hal yang vulgar dan bila dibiarkan bisa merusak moral bangsa, begitu pandangan masyarakat pada umumnya.

Sex artinya kelamin. Maka, sex education berarti pendidikan atau pengetahuan serta gambaran tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Yaitu tentang bagaimana fungsi reproduksi, menstruasi, mimpi basah, kerja organ-organnya, sampai perkawinan dan kehamilan.  

Saat ini, banyak kasus-kasus mengenai seksualitas. Di Indonesia, jumlah lelaki pelanggan Pekerja Seks Komersial (PSK) pun mencapai 3.170.000 orang dan perempuan PSK sekitar 214.000 orang (tempointeraktif.com, 28/12-2010). Hal ini menyebabkan munculnya penyakit menular seks (PMS) seperti HIV dan AIDS yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya.  

Di era yang semakin modern ini, anak-anak semakin pintar dan kritis. Tak heran, jika pertanyaan-pertanyaan tentang sex bisa muncul di kalangan anak SD sekalipun. Mereka mulai bertanya tentang apa itu menstruasi, tentang perbedaan dada Ibu dengan dadanya, tentang pacaran, dan masih banyak lagi. Dalam menjawab pertanyaan itu, orang tua seringkali mengalihkan topik pembicaraan atau menjawabnya dengan jawaban yang bukan jawaban sebenarnya, karena mereka merasa belum saatnya hal itu diketahui oleh anak-anaknya. Sehingga, anak-anak yang tidak puas akan jawaban orang tuanya akan menggalinya sendiri dan itu justru akan diartikan berbeda oleh si anak.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, orang tua seharusnya menjawabnya dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi pada anak mereka. Selain itu, sex education juga penting diberikan dalam pengajaran di sekolah karena sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah. Sex education harus diselipkan dalam pelajaran di sekolah. Guru tidak hanya harus menguasai tentang pelajarannya saja, namun juga tentang sex education. Di sela-sela pengajaran, seorang guru harus bisa menyelipkan materi tentang sex education kepada murid-muridnya. Misalnya dalam pelajaran kewarganegaraan atau pendidikan agama, materi ini harus diberikan. Selain itu, materi tentang sex education juga perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman dalam memaknai kata sex dan tidak ada lagi perilaku sex bebas di kalangan remaja dan anak-anak.

Mari wujudkan Indonesia bebas sex dengan pemberian pendidikan seks sejak dini dan juga kesadaran terhadap agama untuk tidak dijadikan sebagai aktivitas ritual saja, namun juga diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan.

 Oleh: Rahmatika Choiria, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s