Terimakasih Allah untuk 2015

Halo… ini pos kedua sekaligus pos terakhir saya di tahun 2015. Sebenernya pengen ngepostnya tanggal 31 Desember 2015 sih, tapi ya berhubung saya kurang kerjaan dan pengen ngepost sekarang yaudah sekarang aja. Biasanya saya memang tiap akhir tahun seneng ngepost refleksi di blog. Jadi blog ini isinya lebih banyak refleksi tiap tahun aja sih. Atau kalau bukan refleksi, entah kenapa pas saya liat post post saya kebanyakan timingnya pas di akhir tahun.😀

Oiya, di post ini saya ga akan menceritakan pencapaian-pencapaian saya, tapi hanya bercerita sedikit yang saya lakukan diantara segambreng aktivitas saya di 2015.

Yah.. 2015 saya awali dengan PKL di UPTD BPT SP dan HMT Cikole Lembang. Yeah, it’s almost a year. Tiap hari selama sebulan merah susu sapi, bersihin kandang, mandiin sapi, dan lain-lain ya gitulah kegiatan PKL. Selanjutnya kuliah sebagai mahasiswa Produksi Ternak untuk pertamakalinya. Masih inget matkul pertama di perkuliahan semester enam saya adalah Teknologi Reproduksi Ternak. Kuliah perdana digabung dua kelas di aula. Saya ambil kelas A. Dan ternyata temen2 kelas E pada ambil kelas B. Sedikit merasa ga ada temen pas itu, tapi finally saya bersyukur. Karena nilai yang diberikan oleh dosen saya lebih mudah daripada nilai yang diberikan oleh dosen kelas B. Lalu matkul Pastura pun juga dipermudah. Kelas saya ga harus praktikum nyangkul-nyangkul di ladang, ga ada uts dan ga ada uas. Aturannya sistem SCL murni, jadi nilainya dari keaktifan mahasiswa. Lagi-lagi saya bersyukur untuk ini. Ibrohnya kalau kita mau berkorban sedikit saja, bisa jadi Allah memberikan kita lebih. Dalam hal ini, saya mengorbankan teman (namun bukan berarti saya tak memiliki teman dalam perkuliahan itu).

Lalu di pertengahan 2015, seperti biasa liburan semester. Layaknya anak rantau lainnya saya juga pulang ke kampung halaman. Liburannya pas puasa. Tahun ini kali pertama, saya merasakan puasa tidak di rumah (walau cuma dalam beberapa hari). Lupa sih saya sahurnya apa, apa malah ga sahur (tapi sepertinya enggak, kalo ga sahur). Tapi pas waktu menjelang buka puasa, daerah gerlam dan jalanan2 ruame pisan dipadati penjual ta’jil dan kawan-kawannya. Lalu dilanjut ramadhan di rumah dan Idul Fitri di rumah. Di bulan ramadhan tahun ini, saya mendapatkan keponakan baru. Pas puasa, mbak saya yang di Semarang melahirkan putri ketiganya. Sedikit atau bahkan sangat maju dari HPLnya. Saya dan Ibuk beserta kakak kedua dan istrinya (which is kakak ipar saya) berangkat ke Semarang pas itu. Ya, setelah puasa di Jatinangor, lalu di Semarang. Jadi tahun ini saya puasa di tiga tempat. Setelahnya lebaran. Gak banyak ngumpul sih, karena mbak yang di Semarang ga mudik dan mbak yang di Tangerang juga ga mudik (seinget saya sih). Tapi rumah tetep rameee! Pas lebaran ini (lupa lebaran hari keberapa), saya dapet ponakan baru lagi, dari mbak yang tinggal di Ponorogo. Gak perlu jauh-jauh buat nengokin kalau yang ini. Wk. Dan ponakan saya resmi 14. Alhamdulillah.

Udah lebaran saya balik lagi ke Jatinangor, buat KKN. Sedikit ragu juga pas kkn, takut ga bisa adaptasi takut ga ada temen lah, dan lalala lainnya (secara saya belum pernah hidup dengan orang yang tak saya kenal sebelumnya). Namun ternyata, 29 hari yang menyenangkan. Saya KKN di desa Muktisari Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka. Ternyata KKN tak semenyeramkan bayangan saya. Dan bersyukurnya, rumah saya dipisah laki-laki dan perempuannya tanpa saya harus memintanya (karena tentunya saya tak bisa ngomong untuk minta dipisah). Lagi, rumah yang saya tempati ini uenak! Ada TV, ada mesin cuci, dan ada kipas angin (sesuatu yang saya takutkan karena Majalengka terkenal panas). Rumahnya juga bagus. Awalnya kesepakatan nyucinya bareng2, lalu saya ditegur teman disuruh buat nyuci sendiri. Yaudah makin bersyukur, ga harus nyuci yang lain (you know lah, apa maksudnya). Pas KKN, juga banyak main. Pertama kalinya saya naik gunung! (walo gunung dengan ketinggian yang yaah (…)). Dan pertama kalinya saya main ke curug atau bahasa Indonesianya air terjun. HAHAHA. Seneng intinya. Nilainya juga memuaskan. Alhamdulillah..

Selanjutnya perkuliahan semester 7 yang baru saja selesai beberapa hari lalu. Sebenernya di akhir semester ini antara pengen menyesal namun juga menyadari takdir Allah. Itu kalimat yang mewakili feel saya saat ini. Kenapa? Karena ekspektasi saya di awal semester ini, saya bisa menyelesaikan seminar UP dan skripsi dalam satu semester. Namun, Allah berkehendak lain. Setelah KKN, kalau ga salah bulan September saya bermaksud mengikuti penelitian ALG (Academic Leadership Grant). Dan saya diskusi dengan dosen yang juga melakukan penelitian tersebut. Selanjutnya saya mengurus judul dan lain-lain ke kepala lab. Dikasih pembimbing satu dan pembimbing dua. Namun pembimbing dua saya kurang sreg dengan judul yang telah diacc oleh kepala lab. Lalu ganti judul. Pas itu ada saatnya saya kabur dari Lab Produksi Ternak Potong  dan bermaksud mencoba penelitian di Lab Produksi Ternak Unggas, namun penelitian yang hendak saya lakukan ditolak oleh kepala lab Produksi Ternak Unggas. Alhasil, saya melanjutkan mengurus administrasi untuk penelitian di Lab Produksi Ternak Potong. Dan akhirnya baru ngedraft bulan ini. Nah ini yang bikin saya pengen menyesal berasa satu semester ini ngapain aja (walaupun sebenernya udah ngelakuin banyak untuk penelitian) namun apalah gunanya sebuah penyesalan. Namanya juga sedang berproses. Pasti ada jungkir baliknya. Nanti mungkin beberapa tahun lagi atau beberapa bulan lagi, bila dingat-ingat kembali proses ini saya akan mentertawainya.. Ya, ini hanyalah masalah waktu. Seperti saya yang akhirnya bisa mentertawai PKL dan KKN saya. Walaupun banyak jungkir baliknya sering pengen nyerahnya, namun saya tetap bersyukur karena Allah masih berikan kekuatan untuk tetap bertahan memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan.

Selain kegiatan akademik di 2015, ada beberapa hal lain. Yaitu Allah menghilangkan perasaan yang tumbuh di hati saya sejak 2014. Entah kapan tepatnya, namun semenjak asyik skripsian Allah menghapusnya menggantinya dengan apa yang harus dipikirkan saat ini, yakni skripsi. Lagi-lagi hal ini juga membuat saya bersyukur.

Yah, ini sekelumit 2015 saya yang membuat saya harus bersyukur. Susah atau senangnya hidup adalah bagaimana tentang cara kita bersyukur. Bagaimana kita tetap bisa bersyukur walaupun sedang dalam kesusahan.. Dan sesungguhnya kesyukuran itu adalah bentuk kekayaan dari seseorang.

Akhirnya, saya berharap 2016 lebih banyak hal lagi yang bisa membuat saya bersyukur. Dan target-target saya di 2016 bisa terpenuhi. Bisa seminar usulan penelitian bulan Januari dan sidang skripsi di bulan yang sama *dikeplak pembimbing*. Setidaknya sidang skripsi Februari, gapapalah wisuda Mei. hmm.. dan target-target lain yang telah saya sebutkan di doa-doa saya. Aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s