Dear diriku di tahun 2021

Dear diriku di tahun 2021,

Hai.. Aku adalah dirimu lima tahun yang lalu. Aku adalah dirimu di tahun 2016. Masih inget gak sama aku? Aku adalah dirimu di tahun-tahun perjuanganmu. Kamu semangat sekali kala itu. Tahun 2016 adalah tahunmu menyelesaikan kuliah S-1mu. Lalu di tahun itu pula, kamu sibuk apply ke universitas impianmu untuk melanjutkan studimu. Kamu apply ke Wageningen University kala itu. Semoga saat ini, kamu telah mendapat gelar MAS atau MSc dari Wageningen University ya!

Tahun 2016 tahun kamu merasa asing di kampusmu sendiri, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Kamu menjadi mahasiswa tingkat akhir, yang kerjaannya wara-wiri ke ruang dosen. Kamu selalu semangat, hari ini memberikan draft skripsi, esoknya udah datang lagi untuk bimbingan. Kamu seringkali dimarahi dosen pembimbingmu, namun kamu tak pernah menyerah untuk datang kembali menghadapnya. Sampai akhirnya kamu melaksanakan sidang skripsi, untuk menyampaikan hasil penelitianmu. Inget ga kamu penelitian apa? Kamu penelitian tentang domba. Ternak yang bukan menjadi keinginan penelitianmu saat itu. Kamu mengukur ukuran-ukuran tubuh domba dan menghitung performa produksi induk domba. Mudah sih keliatannya. Namun kenyataannya, lelah juga mengukur tubuh domba di tiga desa sekaligus. Selain sibuk penelitian dan apply universitas, kamu juga riweuh mempersiapkan aplikasi beasiswa, lima tahun lalu. Kamu les IELTS sampai belain ngekos di Bandung, saat kamu masih sibuk revisian di Jatinangor. Pulang pergi Jatinangor-Bandung setiap hari, dalam keadaan cuaca panas maupun hujan. Kamu memang selalu gigih dalam menggapai cita-citamu. Setelah lulus kuliah, sambil menunggu beasiswa kamu juga membuat usaha kecil-kecilan saat itu. Kamu membuat startup bersama temanmu. Tentunya startup yang tak jauh dari bidang ilmu yang kamu miliki, masih di bidang peternakan. Kamu memulainya dengan melakukan penyuluhan ke desa-desa dan mendatangi kelompok ternak disana untuk mendengarkan permasalahan-permasalahan yang ada. Lalu kamu juga mengembangkan pendidikan yang ada di desa tersebut untuk memberdayakan masyarakat desa. Kamu melakukan pengabdian terhadap desa tersebut dengan memberikan bantuan berupa hewan ternak. Yang kutahu, kamu memang tidak pernah bisa diam.

Apa kabar kamu saat ini? Pasti sudah menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ya? Sudah mengembangkan penelitian di bidang pemuliaan ternak. Atau sudah menjadi dosen di salah satu universitas terbaik di Indonesia? Dan tak lupa, pasti sudah berkeluarga. Sudah punya anak berapa? Tak heran aku, bila kamu mendapatkan semua itu saat ini. Karena aku tahu, itu yang kamu inginkan dan perjuangkan sejak lima tahun lalu. Atau jangan-jangan kamu saat ini masih menuntut ilmu? Sibuk dengan penelitian dan dissertasi? Lagi-lagi aku tak heran. Menjadi orang seorang Ph.D. candidate adalah cita-citamu dari tahun 2016. Bahkan saat kamu belum mendapatkan gelar sebagai sarjana peternakan, kamu sudah mencita-citakan untuk mendapatkan gelar Ph.D.

Aku harap kamu masih sama seperti yang dulu. Kamu selalu bersemangat dan gigih dalam memperjuangkan cita-citamu.

Salam hangat,

Rahmatika Choiria 24 April 2016

*ditulis untuk mengikuti Kontes Worthy Story IDN Times. tapi ngirimnya kelewat deadline, *masih ngeyel* lalu pas baca ulang *lupa pas itu* kalo ada syarat harus menyertakan foto pendukung.. dan saya ga ngasih foto pendukung, yaudah bye* di post disini aja, biar ga ilang.. siapa tahu akan akan terbaca ulang nanti… hehe..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s